Penelitian

InSAF Tech atau Indonesian Sustainable Aquaculture, Fisheries and Techology adalah suatu pusat kajian dan pemberdayaan masyarakat yang merupakan bagian dari Universitas Kriten Papua Sorong (UKIP). Dibentuk sejak tahun 2015, pusat kajian ini dikoordinir oleh Stephanus V. Mandagi, PhD dan memiliki beberapa orang peneliti ini yaitu: Roger Tabalessy, Chris Rotinsulu, Melisa Masengi, juga memiliki anggota – anggota yang bekerja di lapangan.

Sejak terbentuknya pusat kajian ini telah melakukan beberapa proyek yang didanai oleh lembaga internasional yaitu: United Board, USAID, dan FAO. Pada tahun 2015 InSAF tech mendapatkan dukungan dana dari United Board melakukan kajian tentang Mangrove di Kota Sorong, Propinsi Papua Barat, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan mangrove melalui kegiatan edukasi tentang perlunya menjaga ekosistem mangrove.

Pada tahun 2017 sampai 2019, USAID melalui SEA Project memberikan dana untuk melakukan kajian Stok ikan puri di Misool Selatan dan Teluk Kabui Kabupaten Raja Ampat. Selanjutnya pada bulan Januari tahun 2020, InSAF mendapatkan dana dari Food and Agriculture Organisation (FAO) untuk melanjutkan kajian stok ikan puri, membangun sistem pengelolaan bersama (Co-Management) perikanan puri di Misool Selatan, dan melakukan kegiatan pengembangan usaha skala kecil di Distrik Misool Selatan. Kegiatan ini masih berlangsung sampai sekarang.

Sejumlah kegiatan penting lainnya yang telah dilakukan diantaranya kajian social ekonomi masyarakat nelayan di Misool Selatan dan Teluk Kabui, pendataan kapal dan pendaftaran perahu nelayan dibawah 10 GT, pelatihan Champion dalam rangka medorong perubahan perilaku dalam pengelolaan perikanan puri yang berkelanjutan, serta pelatihan pengembangan usaha kecil bagi ibu-ibu nelayan di Misool Selatan sudah dilakukan.

Dalam mewujudkan pengelolaan perikanan puri yang berkelanjutan InSAF Tech melakukan koordinasi dengan Pemerintah Papua Barat khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan, BLUD Pengelolaan Kawasan Konservasi Papua Barat, Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat, Masyarakat Adat, Perusahaan-Perusahaan Ikan di yang beroperasi di Raja Ampat Papua Barat, LSM Lokal, dan Perguruan Tinggi seperti UNIPA, UMS dll.  Langkah-langkah pengelolaan perikanan puri sudah diadopsi oleh pemerintah dalam RPZ Kawasan Konservasi Raja Ampat. Ke depan, InSAF Tech berupaya untuk membantu pemerintah Papua Barat membuat PERDA pengelolaan perikanan puri. InSAF Tech akan berusaha menjangkau kawasan penangkapan ikan puri, yang dijadikan umpan ikan cakalang dan tuna di Papua Barat atau di beberapa provinsi lain di Indonesia.  Selain itu InSAF Tech berencana melakukan kajian untuk perikanan lain yang belum dikelola untuk menjamin kelestarian sumberdaya perikanan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan industri perikanan yang ada.

Translate »